
Jambi (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. Mahbub Daryanto, menyampaikan tiga pesan penting saat memberikan sambutan pada penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Al-Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung secara megah di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Sabtu malam (07/11/2026) dan disaksikan oleh ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya di hadapan para pejabat daerah, tokoh agama, dan ribuan pengunjung, Kakanwil menekankan bahwa kesuksesan penyelenggaraan MTQH ke-55 ini harus menjadi momentum strategis dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadits di Bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.
Berikut adalah tiga poin penting yang disampaikan oleh Kakanwil. Pertama pesan motivasi untuk kafilah bahwa kemenangan adalah langkah awal. Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Kakanwil mengucapkan selamat dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia berpesan agar keberhasilan yang diraih tidak membuat para kafilah cepat puas, melainkan menjadi pemicu semangat untuk terus memperdalam pemahaman nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadits.
Kemenangan ini, lanjutnya, bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan langkah awal untuk membawa dan mengharumkan nama Provinsi Jambi pada ajang MTQ tingkat nasional mendatang di DKI Jakarta serta berbagai event internasional.
Sementara itu, bagi peserta yang belum meraih juara, beliau meminta agar tidak berkecil hati. Dalam perspektif Al-Qur'an, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari piala atau piala penghargaan, melainkan dari kesungguhan, keikhlasan, dan sikap istiqomah dalam memperjuangkan kebaikan.
Poin kedua yang menjadi perhatian utama Kakanwil adalah pentingnya pembinaan yang berkesinambungan. Beliau menginstruksikan kepada pemerintah kabupaten/kota serta pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) di seluruh jajaran agar proses pembinaan tidak hanya digencarkan secara seremonial menjelang pelaksanaan MTQ semata.
Pembinaan harus berjalan secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan melalui sinergi dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, madrasah, rumah tahfiz, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), serta lembaga keagamaan lainnya.
"Kita harus memastikan bahwa setiap kabupaten dan kota memiliki sistem pembinaan yang kuat, pelatih yang kompeten, dewan hakim yang profesional, serta dukungan anggaran dan sarana prasarana yang memadai," tegasnya.
Poin terakhir yang disoroti Kakanwil adalah pentingnya menjaga moderasi beragama dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Jambi. Di tengah majemuknya suku, budaya, bahasa, dan agama di Provinsi Jambi, semangat MTQH harus mampu menjadi perekat sosial.
Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta saling menghormati perbedaan demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang damai, aman, dan harmonis.
Penutupan MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 ini berlangsung dengan khidmat dan meriah, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi keagamaan tingkat provinsi sekaligus pembuka jalan bagi persiapan Kontingen Jambi menuju pentas nasional. (Nv)
Humas
|
4x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...