
Kemenag (Humas MTsN 1 Bungo) - Perjalanan Tim Futsal MTsN 1 Bungo dalam ajang Kompetisi Olahraga dan Prestasi Seni (KOMPAS) Madrasah 2026 memang belum berakhir dengan gelar juara. Namun, kekalahan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Bagi Dino dan kawan-kawan, pengalaman bertanding tahun ini justru menjadi bekal berharga untuk melangkah lebih baik di masa mendatang. (27/9)
Meski belum berhasil memenangkan cabang futsal pada KOMPAS tahun ini, Tim Futsal MTsN 1 Bungo telah menunjukkan semangat, kerja sama, dan perjuangan selama pertandingan. Setiap laga menjadi pengalaman yang memberikan pelajaran baru bagi para pemain, baik dalam hal teknik, strategi maupun mental bertanding.
Salah satu pemain, Dino, siswa kelas VIII MTsN 1 Bungo, menyampaikan bahwa hasil pertandingan harus diterima dengan lapang dada. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.
“Kalah menang itu biasa, yang penting prosesnya. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Dari pertandingan ini kami banyak belajar, terutama tentang kekompakan dan bagaimana menghadapi lawan dengan lebih baik,” ungkap Dino.
Dino bersama rekan-rekannya pun bertekad menjadikan pengalaman KOMPAS 2026 sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan. Ia mengatakan bahwa tim akan berusaha lebih giat dalam latihan agar pada kesempatan berikutnya dapat tampil lebih kuat dan percaya diri.
“Kami berjanji akan meningkatkan latihan lebih baik lagi. Kekalahan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan memperbaiki kekurangan. Semoga ke depan kami bisa memberikan hasil yang lebih baik untuk MTsN 1 Bungo,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Futsal MTsN 1 Bungo, Ibu Fitra Hayati, S.Pd.,Gr., memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah berjuang selama kompetisi. Menurutnya, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, karena proses pembentukan mental dan pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam perkembangan para pemain.
“Anak-anak sudah berusaha dan memberikan kemampuan terbaiknya. Memang hasil yang diraih belum sesuai dengan harapan, tetapi dari pertandingan ini mereka mendapatkan banyak pengalaman. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki kekurangan, baik dari sisi teknik, strategi maupun kekompakan tim,” tutur Ibu Fitra.
Ia juga berharap para pemain tidak larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, pengalaman KOMPAS 2026 diharapkan menjadi penyemangat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
“Yang terpenting adalah mereka tetap semangat. Jangan melihat kekalahan sebagai akhir, tetapi jadikan sebagai proses untuk belajar. Setelah ini kami akan berusaha meningkatkan kualitas latihan agar anak-anak semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya,” lanjutnya.
Perjalanan Tim Futsal MTsN 1 Bungo di KOMPAS Madrasah 2026 menjadi sebuah catatan penting. Belum meraih kemenangan tahun ini bukan berarti perjuangan berakhir. Justru dari lapangan pertandingan, Dino dan kawan-kawan belajar tentang kerja keras, sportivitas, kebersamaan, dan arti pantang menyerah.
Kalah hari ini bukan berarti kalah selamanya. Karena setiap pertandingan adalah proses, dan setiap proses adalah langkah menuju prestasi yang lebih baik.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
7x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...