
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) – Puluhan siswa-siswi kelas VII B dan VII C MTsN 1 Bungo menunjukkan antusiasme tinggi dalam gelaran proyek ilmiah bertajuk “Eksperimen Laju Pertumbuhan Kecambah” (20/9). Proyek ini merupakan bagian dari kurikulum pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dirancang untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam kegiatan praktis. Dengan bimbingan guru mata pelajaran, Satri Hidayati, S.Ag., para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tahapan eksperimen, mulai dari perumusan hipotesis hingga analisis data.

Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar tentang materi pertumbuhan tanaman, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis dan kerja sama tim. Setiap kelompok mengamati laju pertumbuhan kecambah dari berbagai jenis biji-bijian, seperti kacang hijau dan kacang tanah, yang ditanam dalam kondisi lingkungan yang berbeda, seperti intensitas cahaya dan jumlah air. Mereka secara rutin mencatat perkembangan panjang batang dan jumlah daun setiap hari. “Proyek ini seru sekali, kami jadi tahu langsung kalau cahaya itu penting banget buat pertumbuhan tanaman. Awalnya, kami pikir kecambah bakal tumbuh lebih cepat di tempat gelap, tapi ternyata sebaliknya,” ujar Ahmadi, ketua kelompok yang melakukan eksperimen tersebut.
Proses pembelajaran proyek ini mengedepankan pendekatan ilmiah, sesuai dengan arahan Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I. Satri menjelaskan bahwa tujuan utama proyek ini adalah melatih siswa untuk berpikir sistematis dan logis. "Ini bukan sekadar tugas, melainkan pengalaman nyata bagi mereka untuk merasakan bagaimana ilmu pengetahuan itu bekerja. Mereka belajar memecahkan masalah, menganalisis data, dan menyajikan temuan mereka secara akurat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa proyek semacam ini sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA secara mendalam, sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan generasi yang berkarakter ilmiah.
Puncak dari kegiatan ini adalah presentasi hasil penelitian dari masing-masing kelompok di hadapan guru dan teman-teman sekelas. Para siswa dengan percaya diri memaparkan temuan mereka, menjelaskan grafik pertumbuhan yang telah mereka buat, dan menjawab pertanyaan dengan lugas. Kesuksesan proyek ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek mampu mendorong siswa menjadi lebih mandiri, kreatif, dan kritis. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap sains dan teknologi di masa depan, sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global.
Sumber : Tim HUMAS
Penulis : Satri Hidayati
Editor : Shafwan Ananda
|
510x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...