
Kemenag (Humas MTsN 1 Bungo) - Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan madrasah bukan sekadar tentang menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Lebih dari itu, kebiasaan hidup bersih merupakan bagian dari pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak dini kepada setiap murid. (3/9)
Semangat tersebut terus digaungkan oleh keluarga besar MTsN 1 Bungo. Para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) senantiasa memberikan contoh nyata kepada para murid untuk membiasakan diri menjaga kebersihan, merawat fasilitas, serta peduli terhadap lingkungan di manapun berada, terutama di lingkungan madrasah.
Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang salah satunya mengajarkan tentang Cinta kepada Lingkungan. Melalui nilai tersebut, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada sekadar imbauan, tetapi tumbuh menjadi karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan madrasah yang bersih tentu akan memberikan banyak manfaat. Selain menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, kebersihan juga dapat membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Setiap warga madrasah memiliki peran untuk memastikan lingkungan tetap bersih, asri, dan terawat.
Keteladanan menjadi salah satu cara yang efektif dalam menanamkan kebiasaan tersebut. Ketika guru dan tenaga kependidikan ikut turun tangan menjaga kebersihan, para murid mendapatkan contoh langsung bahwa merawat lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan.
Salah seorang guru MTsN 1 Bungo, Bapak Muzanni, S.S.,Gr., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan perlu dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten.

“Kebersihan lingkungan madrasah adalah tanggung jawab kita bersama. Guru tidak hanya mengingatkan murid untuk menjaga kebersihan, tetapi juga harus memberikan contoh. Kalau kita ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap lingkungan, maka kita harus terlebih dahulu menunjukkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai cinta kepada lingkungan dalam KBC dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan sederhana. Membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, tidak merusak fasilitas, hingga ikut membersihkan lingkungan merupakan bentuk nyata dari kepedulian tersebut.
“Cinta kepada lingkungan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal-hal kecil yang dilakukan bersama dan secara terus-menerus justru akan menjadi kebiasaan dan karakter. Harapannya, kebiasaan menjaga kebersihan di madrasah juga terbawa oleh murid ketika mereka berada di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” lanjut Bapak Muzanni.
Dengan semangat kebersamaan dan keteladanan dari para GTK, MTsN 1 Bungo terus berupaya membangun budaya madrasah yang bersih, sehat, asri, dan nyaman.
Sebab, merawat madrasah bukan hanya menjaga tempat untuk belajar, tetapi juga merupakan bentuk cinta—kepada diri sendiri, kepada sesama, dan kepada lingkungan.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
9x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...