
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) – Suasana belajar yang ceria dan penuh energi tercipta di kelas VIIID MTsN 1 Bungo pada mata pelajaran Seni Budaya. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Ibu Elfira Zuhria,S.Pd.I, siswa diajak keluar dari rutinitas belajar dengan melakukan teknik "Ice Breaking" yang unik dan efektif: Permainan Oper Pena.
Permainan sederhana namun memerlukan konsentrasi tinggi ini bertujuan untuk melatih fokus, kecepatan, dan kerja sama tim siswa sebelum memulai atau di tengah sesi pembelajaran yang padat.
"Seni Budaya membutuhkan kreativitas dan fokus yang prima. Terkadang, siswa mudah jenuh, terutama setelah jam istirahat atau di jam-jam terakhir," ujar Ibu Elfira Zuhria. "Permainan Oper Pena ini sangat efektif untuk mengaktifkan kembali saraf motorik dan konsentrasi mereka. Mereka harus fokus pada instruksi, kecepatan, dan ketelitian agar pena tidak jatuh."
Cara Kerja "Oper Pena" Melatih Konsentrasi
Permainan ini dilakukan dengan cara siswa berbaris, kemudian mereka harus mengoper satu buah pena kepada teman di belakangnya dengan menggunakan dua jari (telunjuk kanan dan telunjuk kiri) tanpa boleh terjatuh. Waktu operan dipercepat seiring berjalannya permainan, memaksa siswa untuk:
• Fokus Penuh: Mengalihkan perhatian total pada pena yang sedang dioper.
• Koordinasi Cepat: Memastikan gerakan tangan sinkron dengan kecepatan operan.
• Kerja Sama Tim: Kesalahan satu orang akan mengulang permainan dari awal, menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Siswa kelas VIIID tampak sangat antusias. Tawa dan sorakan menyertai setiap operan yang sukses maupun yang gagal. Setelah permainan, terlihat jelas suasana kelas menjadi lebih segar dan siap menerima materi pelajaran selanjutnya.

Dampak Positif pada Pembelajaran
Kepala MTsN 1 Bungo mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh Ibu Elfira Zuhria. Menurut beliau, integrasi permainan edukatif seperti ice breaking adalah langkah maju dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna (joyful learning).
"Kami mendukung penuh guru yang berinovasi. Metode ice breaking seperti ini terbukti mampu mengurangi kejenuhan dan secara langsung meningkatkan daya serap siswa karena kondisi mental mereka sudah siap dan fokus," kata Kepala MTsN 1 Bungo, Bapak Khairul Fahmi, S.Pd.I.
Melalui pendekatan yang kreatif ini, diharapkan siswa kelas VIIID tidak hanya mendapatkan ilmu Seni Budaya, tetapi juga membangun keterampilan non-akademik yang penting, seperti fokus dan kerja sama, yang akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : Tim HUMAS
Penulis : Dc
Editor : Sa
|
209x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...