
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Setelah menyelesaikan rangkaian Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), peserta didik MTsN 1 Bungo tidak langsung disibukkan dengan kegiatan yang bersifat akademik semata. Sebaliknya, madrasah memilih menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus edukatif melalui permainan tradisional bernuansa kearifan lokal, yakni permainan Hadang. (10/6)
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah ini menjadi salah satu program yang cukup unik dan menarik. Di saat banyak sekolah mengisi waktu pascaasesmen dengan berbagai kegiatan yang cenderung mainstream, MTsN 1 Bungo justru menghadirkan kembali permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan pendidikan karakter.

Suasana lapangan tampak semarak dengan antusiasme para siswa yang mengikuti permainan secara bergantian. Gelak tawa, sorak semangat, serta kekompakan antartim mewarnai jalannya kegiatan. Tidak hanya menjadi sarana hiburan setelah menghadapi ujian, permainan hadang juga menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan berbagai nilai positif kepada peserta didik.
Permainan tradisional ini diketahui memiliki banyak manfaat, baik dari segi kebugaran jasmani maupun pembentukan karakter. Melalui hadang, siswa belajar tentang pentingnya kejujuran dalam bermain, kerja sama tim untuk mencapai tujuan bersama, serta keberanian dan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan di lapangan. Selain itu, interaksi yang terjalin selama permainan juga mampu mempererat hubungan pertemanan antarsiswa.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Kepala MTsN 1 Bungo, Bapak Khairul Fahmi, S.Pd.I., dengan didampingi oleh Pembina OSIM, Bapak Muzanni, S.S.,Gr., M.H., serta Guru PJOK, Ibu Fitra Hayati, S.Pd.,Gr. Ketiganya turut memberikan arahan dan motivasi kepada peserta didik agar mengikuti permainan dengan penuh sportivitas dan semangat kebersamaan.

Kepala MTsN 1 Bungo, Bapak Khairul Fahmi, S.Pd.I., saat ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa permainan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
"Kami ingin peserta didik tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Permainan hadang ini kami pilih karena mengandung banyak nilai pendidikan karakter, seperti kerja sama, disiplin, kejujuran, dan sportivitas. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga kebugaran serta mempererat hubungan antarsiswa," ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa MTsN 1 Bungo akan terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pelestarian budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Bungo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter serta pelestarian nilai-nilai budaya bangsa. Permainan hadang yang sederhana namun penuh makna menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap relevan dan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi generasi masa kini.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
42x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...