
Jambi (Kemenag) – Kepala Kantor Wilayah Kementeiran Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto menegaskan bahwa keberhasilan MTQH diukur dari sejauh mana berdampak dalam menumbuhkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian terhadap sesama, menjaga kelestarian lingkungan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Demikian beliau nyatakan dalam Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi yang digelar pada Minggu (1/11/2026) di lapangan Kantor Waii Kota Jambi.
Salah satu nilai penting yang harus kita teguhkan melalui pengamalan Alquran adalah kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Inilah yang kita kenal dengan istilah ekoteologi, yaitu pendekatan yang menghubungkan ajaran ketuhanan dengan tanggung jawab manusia dalam memelihara alam dan lingkungan.
Dalam perspektif Islam, manusia diciptakan bukan untuk merusak bumi, melainkan untuk menjadi khalifah yang menjaga keseimbangan dan memakmurkannya. Alam semesta beserta seluruh isinya merupakan ciptaan Allah SWT yang harus dijaga sebagai amanah.
“Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mencintai Alquran apabila kita masih membiarkan lingkungan kotor, membuang sampah sembarangan, merusak hutan, dengan cara membakar hutan dan lahan tidak sesuai aturan sehingga terjadi kabut asap, mencemari sungai, dan mengabaikan kelestarian alam,” ujar beliau.
MTQH juga merupakan momentum penguatan kesadaran berzakat, dan kepedulian sosial lainnya Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memenuhi ketentuan syariat. Di samping sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat besar, yaitu membantu golongan yang membutuhkan, memperkuat solidaritas, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.
Dalam konteks pembangunan daerah, pengelolaan zakat yang profesional, amanah, transparan, dan tepat sasaran dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu pengentasan kemiskinan, mendukung pendidikan, memperkuat layanan sosial, dan memberdayakan ekonomi umat.
Dalam semangat MTQH, kita ingin menanamkan kepada generasi muda bahwa karakter Qur’ani adalah karakter yang peduli, gemar berbagi, menghormati hak orang lain, dan memiliki kepekaan terhadap penderitaan sesama.
Dengan demikian, keberhasilan kita menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an juga harus tercermin dalam semakin kuatnya kepedulian sosial, semakin luasnya manfaat zakat, dan semakin sejahteranya masyarakat.
Selain zakat, instrumen keagamaan yang memiliki potensi besar untuk mendukung kesejahteraan umat adalah wakaf.
Wakaf merupakan bentuk ibadah yang memiliki dimensi keberlanjutan. Melalui wakaf, harta yang dikelola secara amanah dan produktif dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi kepentingan ibadah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakaf dapat dikembangkan untuk mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan usaha mikro dan kecil, pertanian produktif, penyediaan air bersih, serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Kakanwil menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran bahwa wakaf bukan hanya tentang menyerahkan harta, tetapi juga tentang membangun masa depan dan mewariskan kemanfaatan.
Pada tanggal 3 Agustus 2026 Kota Jambi telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI sebagai lokasi program Wakaf (Kota Wakaf) berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam Nomor : 629 tahun 2026
Ekoteologi, zakat, dan wakaf merupakan agenda yang saling berkaitan dan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, berkarakter, sejahtera, dan peduli terhadap lingkungan.
Kakanwil mendorong gelaran MTQH ini dapat membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional; bukan hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga memiliki integritas; bukan hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat; serta bukan hanya menikmati kekayaan alam, tetapi juga bertanggung jawab dalam melestarikannya.
Kementerian Agama memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong agar nilai-nilai agama hadir sebagai sumber inspirasi dan solusi dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan, sesuai dengan slogan dan arahan kebijakan melalui 8 pragram prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama RI, Kemenag Berdampak.
Penulis : Siska Lidya
|
9x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...