
Kemenag (Humas MTsN 1 Bungo) - Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten Bungo tidak hanya menjadi wadah bagi peserta didik untuk menguji kemampuan dan menunjukkan prestasi akademik. Lebih dari itu, pelaksanaan OMI 2026 juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarinsan madrasah dan dunia pendidikan di Kabupaten Bungo. (9/9)
Seleksi OMI 2026 Tingkat Kabupaten Bungo dilaksanakan di MTsN 1 Bungo, Dusun Suka Jaya, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Selama pelaksanaan kegiatan, suasana madrasah tampak semarak dengan hadirnya para kepala madrasah, guru pendamping, serta peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Bungo.

Kehadiran para kepala madrasah dan insan pendidikan dari berbagai satuan pendidikan tersebut menjadi pemandangan tersendiri. Di sela-sela kesibukan mendampingi peserta dan mengikuti rangkaian seleksi, para insan madrasah juga berkesempatan untuk saling bertemu, berbincang, bertukar informasi, serta mempererat hubungan kekeluargaan.
OMI 2026 pun menghadirkan suasana kompetisi yang sehat dan penuh semangat. Para peserta datang membawa tekad untuk memberikan kemampuan terbaik, sementara para pendamping memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa masing-masing.
Bagi MTsN 1 Bungo selaku tuan rumah, kehadiran seluruh peserta dan insan pendidikan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk membangun kebersamaan yang lebih erat.
Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 1 Bungo sebagai tempat pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten Bungo.

“Alhamdulillah, kami bersyukur MTsN 1 Bungo dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten Bungo. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi dan mencari siapa yang terbaik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan seluruh insan madrasah dan pendidikan di Kabupaten Bungo,” ungkapnya.
Menurutnya, pertemuan dalam kegiatan seperti OMI menjadi sarana yang sangat baik untuk membangun komunikasi dan kebersamaan antarmadrasah.
“Ketika para kepala madrasah, guru pendamping, dan peserta berkumpul di satu tempat, tentu banyak hal positif yang dapat kita bangun. Kita bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperkuat sinergi. Mudah-mudahan silaturahmi seperti ini terus terjaga, bukan hanya selama pelaksanaan OMI, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan pendidikan lainnya,” lanjut Khairul Fahmi.
Ia juga berharap OMI 2026 dapat melahirkan peserta-peserta terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kabupaten Bungo ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik. Siapapun yang nantinya meraih hasil terbaik, mereka adalah putra-putri terbaik yang patut kita dukung bersama,” tuturnya.
Pelaksanaan OMI 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang kompetisi, soal-soal yang menantang, maupun perjuangan para peserta. Di balik itu semua, tersimpan nilai kebersamaan yang jauh lebih luas: bertemunya insan madrasah, terjalinnya komunikasi, dan semakin eratnya tali silaturahmi.
Dari MTsN 1 Bungo, semangat kompetisi dan silaturahmi berjalan beriringan.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
11x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...