
Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka ruang penguatan dan integrasi program Kementerian Agama di Kabupaten Bungo, Jambi. Hal itu mengemuka saat Menag menerima audiensi Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, yang menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pesantren, pemberdayaan ekonomi, kerukunan umat beragama, dan pendidikan.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Bungo menyampaikan harapan agar program Kementerian Agama di Kabupaten Bungo dapat segera terintegrasi. Integrasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan berbagai program keagamaan dan pendidikan yang dibutuhkan masyarakat di daerah.
Menag merespons pembahasan tersebut dengan membuka ruang untuk menindaklanjuti agenda di Bungo. “Nanti kami tentukan waktu ya. Nanti diprioritaskan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Penguatan program Kemenag di Bungo tidak terlepas dari potensi pendidikan keagamaan yang cukup besar. Pemerintah Kabupaten Bungo menyampaikan bahwa terdapat 56 pesantren di wilayah tersebut, terdiri atas 21 pesantren salafiyah dan 35 pesantren umum.
Pemkab Bungo mengusulkan Program Pembinaan Pesantren Berkarakter bagi 21 pesantren salafiyah dengan fokus pada kajian kitab Turats. Pembinaan tersebut diarahkan agar pesantren memiliki ciri atau fokus pada bidang keilmuan tertentu, tanpa mengesampingkan keilmuan lainnya.
Selain penguatan keilmuan pesantren, Pemkab Bungo mengusulkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren yang mencakup pemberdayaan pesantren dan masyarakat. Dengan jumlah 56 pesantren, program tersebut diharapkan dapat memperluas peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
Aspirasi berikutnya adalah Program Pembinaan Kerukunan Umat Beragama pada seluruh kecamatan di Kabupaten Bungo. Usulan ini menempatkan penguatan kehidupan keagamaan berdampingan dengan upaya menjaga kerukunan dan harmoni sosial masyarakat.
Pemkab Bungo juga menyampaikan usulan program sekolah nasional terintegrasi sebagai bagian dari agenda penguatan pendidikan.
Beragam aspirasi tersebut memperlihatkan ruang penguatan program Kemenag di Bungo yang mencakup lebih dari satu sektor. Pesantren menjadi salah satu titik penting, tetapi agenda yang dibahas juga menyentuh pemberdayaan ekonomi masyarakat, kerukunan umat beragama, serta pendidikan.
Bagi Kementerian Agama, penguatan program di daerah membutuhkan sinergi antara kebutuhan pemerintah daerah dan agenda kementerian. Audiensi tersebut menjadi ruang untuk menyerap kebutuhan Bungo sekaligus membuka pembicaraan mengenai tindak lanjut program Kemenag di daerah.
Sementara itu, terkait agenda kunjungan dan integrasi program tersebut, waktu pelaksanaan masih akan ditentukan. Menag memberikan ruang untuk penjadwalan lebih lanjut dengan mempertimbangkan momentum yang tepat.
Sumber : Kementerian Agama RI
Editor : M Rusydi Sani
Fotografer : Rahadian Bagaskara
Kontributor : Tim Humas MTsN 1 Bungo
|
129x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...