Selamat Datang di Website Resmi MTSN 1 Bungo # #PENGUMUMAN# READY FOR APRIL 2026, TKA DAN UJIAN MADRASAH! # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 1 Bungo # ASSALAMUALAIKUM, HALO SAHABAT MADTSANESA BUNGO, KUNJUNGI TERUS WEBSITE KITA YA! # Kunjungi terus website kami MTsN 1 Bungo
Diposting Pada: Selasa, 21 Juli 2026

Presiden Tekankan Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ

Presiden Tekankan Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ

Jakarta (Kemenag) --- Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kualitas pendidikan dalam memajukan masa depan bangsa. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas manusia dan pendidikan.

Presiden Prabowo mengakui sektor pendidikan di tanah air saat ini masih menghadapi tantangan besar dan ketertinggalan yang harus segera dikejar. “Kita paham dan mengerti bahwa masa depan kita ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik kesehatan, karena itu gizi sangat penting tapi (yang tidak kalah penting) juga kualitas pendidikan, kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Hal ini direspons oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i. Menurutnya, demi menjaga menjaga kualitas anak didik, banyak langkah yang diambil Kementerian Agama, termasuk menyusun materi khusus untuk membentengi siswa dari pengaruh kebudayaan negatif yang bisa merusak.

Menurut Romo Syafii, penyebaran budaya LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer) kini dikategorikan sebagai ancaman nonmiliter bagi ketahanan bangsa, sehingga perlu diantisipasi sejak dini melalui jalur formal pendidikan. “Penyebaran (budaya LGBTQ) itu ancaman pertahanan negara non-militer. Karena itu kan, karena itu sebuah ancaman, itu kan harus kita hindari ya,” kata Wamenag.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tahun 2025-2029. Dalam beleid tersebut, penyebaran budaya LGBTQ memang resmi dikategorikan sebagai salah satu bentuk ancaman non-militer yang wajib diwaspadai.

Menurut Romo Syafii, pencegahan terbaik dilakukan dengan memberikan edukasi yang tepat dan terukur kepada para siswa agar mereka tidak mudah terpapar. Materi pencegahan ini nantinya akan disisipkan ke dalam sistem yang sudah berjalan.

“Dan dari caranya, tentu dengan memberikan pemahaman pada anak-anak didik kita, agar tidak dipengaruhi oleh budaya itu. Maka dari itu Kemenag menyusun kurikulum, nanti akan di-insert dalam kurikulum yang sudah ada,” tuturnya.

Rencananya, kurikulum tersebut akan disusun berdasarkan tingkatan usia sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.

“Memberikan pemahaman dan tingkat SD itu mungkin mulai kelas 4, 5, 6. Kemudian kalau menengah, pertama 1, 2, 3, dan atas 1, 2, 3. Mudah-mudahan dengan itu, mereka bisa memahami betapa berbahayanya penyebaran budaya LGBT,” pungkasnya.


Sumber : Kementerian Agama RI
Editor : M Rusydi Sani
Kontributor : Tim Humas MTsN 1 Bungo

 


8x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Pengajian Pagi MTsN 1 Bungo Hadirkan Suasana Religius dan Penuh Keteladanan 277x dibaca
  2. Di Hadapan Orang Tua Siswa Baru, Ketua Komite MTsN 1 Bungo Tegaskan Dukungan Total terhadap Program Madrasah 27x dibaca
  3. Kepala MTsN 1 Bungo Turut Sukseskan PILKASIM 2025: Dorong Budaya Demokrasi Sejak Dini 276x dibaca
  4. Siap Tanpa Celah: Panitia UM 2026 MTsN 1 Bungo Pastikan Distribusi Naskah Soal Tertib dan Aman 406x dibaca
  5. Madtsanesa Bungo Hadiri Pembinaan Guru dan Kamad 117x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 1 Bungo

Mars Madrasah