Selamat Datang di Website Resmi MTSN 1 Bungo # #PENGUMUMAN# READY FOR APRIL 2026, TKA DAN UJIAN MADRASAH! # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 1 Bungo # ASSALAMUALAIKUM, HALO SAHABAT MADTSANESA BUNGO, KUNJUNGI TERUS WEBSITE KITA YA! # Kunjungi terus website kami MTsN 1 Bungo
Diposting Pada: Jumat, 17 Juli 2026

Sumbangsih untuk Negeri, Menag Gagas Ekoteologi Berbasis Kesadaran Spiritual

Sumbangsih untuk Negeri, Menag Gagas Ekoteologi Berbasis Kesadaran Spiritual

Tangerang Selatan (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menawarkan ide pelestarian lingkungan melalui penguatan konsep ekoteologi. Gagasan ini mengedepankan penyelamatan lingkungan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi formal, tapi menjadi panggilan iman dan tanggung jawab spiritual setiap individu untuk menjaga bumi.

Gagasan ini disampaikan kembali oleh Menag saat membedah tiga buku seri pemikirannya di Auditorium Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketiga buku itu adalah Pikiran yang Memurnikan, Simpul Pemikiran, serta Artikel dan Opini Pilihan.

Menurut Menag, Kementerian Agama berkomitmen menghadirkan visi khas yang mengintegrasikan ajaran agama dengan aksi iklim. Kerusakan lingkungan telah berdampak pada kelangsungan hidup manusia sebagai khalifah di bumi. “Sudah waktunya kita menggunakan bahasa agama untuk menyadarkan orang terhadap betapa pentingnya merawat lingkungan,” ujar Menag.

Menag menjelaskan bahwa hukum formal memang krusial, namun sentuhan bahasa agama juga menjadi elemen penting dalam membangun sistem kendali moral dari dalam diri manusia. Melalui kesadaran keagamaan, tindakan merusak alam tidak lagi hanya dipandang sebagai pelanggaran hukum sosial, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada Sang Pencipta.

Eksplorasi, Bukan Eksploitasi

Dalam memanfaatkan kekayaan bumi, Menag mengingatkan agar manusia tidak melampaui batas. Ia membedakan antara eksplorasi yang berorientasi pada keberlanjutan masa depan, dengan eksploitasi rakus yang merusak ekosistem.

“Islam tidak mengizinkan eksploitasi. Yang diizinkan adalah eksplorasi,” tuturnya.

Bagi Menag, ekoteologi menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya melindungi kehidupan generasi hari ini dan masa depan. Karena isu lingkungan melampaui batas negara dan kelompok, bahasa keagamaan menjadi jembatan universal untuk memperkuat tanggung jawab kolektif global.

Menag berharap gagasan ekoteologi ini terus dikembangkan secara kontekstual di ruang-ruang akademik dan perguruan tinggi keagamaan. Melalui penguatan literasi dan pendidikan, sumbangsih pemikiran ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang memperlakukan alam secara terhormat demi keberlangsungan peradaban.

Sumber : Humas Kementerian Agama RI
Editor : M Rusydi Sani
Kontributor : Tim Humas MTsN 1 Bungo

 


68x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Kepala MTsN 1 Bungo Ikuti Pembinaan ASN dan Penguatan Digitalisasi Madrasah Berskala Nasional 95x dibaca
  2. Upacara HUT Ke-67 Provinsi Jambi Di MTs Negeri 1 Bungo Mengajak Agar Jangan Melupakan Jasa Para Pahlawan Jambi 725x dibaca
  3. Guru Piket dan Siswa MTsN 1 Bungo Laksanakan Giat Kebersihan Jelang Upacara Hari Pahlawan 286x dibaca
  4. MTsN 1 Bungo Raih Peringkat 2 IKPA dari KPPN Muara Bungo 754x dibaca
  5. Optimalisasi Data Pendidikan, MTsN 1 Bungo Aktifkan Madrasah di EMIS GTK Versi Baru 104x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 1 Bungo

Mars Madrasah