
Ciputat (Kemenag) --- Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan (SDM PK) Kementerian Agama menerapkan Eko Audit dalam memperkuat implementasi nilai-nilai ekoteologi. Eko Audit menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus mendorong pembiasaan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan Kementerian Agama.
Kepala Pusbangkom SDM PK, Mastuki, menegaskan ekoteologi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berangkat dari kesadaran hubungan antara Allah, manusia, dan alam, sebab manusia memiliki amanah sebagai khalifah untuk mengelola dan menjaga kelestarian lingkungan, bukan mengeksploitasinya.
"Ketika kita menanam pohon bukan hanya sedang menanam pohon, tetapi kita sedang menumbuhkan kehidupan, sedang melestarikan ekosistem, dan memperbanyak udara yang segar, udara yang sehat yang kemudian kita hirup sendiri," ujar Mastuki di Ciputat, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, implementasi ekoteologi diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti menghemat penggunaan air dan listrik, mengurangi sampah, serta menghindari pemborosan makanan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus manifestasi keimanan kepada Allah Swt.
"Ekoteologi tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi kebiasaan yang tercermin dalam setiap tindakan kita, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Sebagai bagian dari Eko Audit, peserta diklat juga diminta mengisi instrumen untuk mengukur tingkat kesadaran ekoteologis yang hasilnya akan menjadi bahan evaluasi implementasi budaya ramah lingkungan.
Peserta juga memperoleh materi Sego Tempong × Ekoteologi Kementerian Agama yang mengajak penerapan nilai ekoteologi melalui konsumsi pangan lokal dan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.di bahan evaluasi untuk memperkuat budaya ramah lingkungan di lingkungan kerja.
Melalui Eko Audit Implementasi Ekoteologi, Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan berharap nilai-nilai ekoteologi tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya organisasi yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan kantor maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber : Kementerian Agama RI
Editor : M Rusydi Sani
Fotografer : Halimah Dwi Putri
Kontributor : Humas MTsN 1 Bungo
|
19x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...