
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Pembelajaran Akidah Akhlak di MTsN 1 Bungo tidak hanya sebatas teori di dalam kelas, tetapi terus ditekankan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini disampaikan oleh salah seorang guru mata pelajaran Akidah Akhlak, Ibu Deswanti, S.Ag., yang menilai bahwa pembelajaran intrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. (26/3)
Menurut Ibu Deswanti, materi Akidah Akhlak harus mampu menyentuh aspek sikap dan perilaku siswa, bukan hanya pemahaman konsep semata. “Pembelajaran Akidah Akhlak itu sangat penting karena menjadi dasar dalam membentuk keimanan dan akhlak peserta didik. Yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai tersebut tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan pembiasaan yang rutin dilaksanakan setiap pagi di MTsN 1 Bungo. Kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk menanamkan sikap disiplin, sopan santun, serta kebiasaan positif lainnya.

“Melalui pembiasaan pagi, siswa dilatih untuk menerapkan langsung apa yang mereka pelajari. Mulai dari salam, sikap hormat kepada guru, hingga menjaga kebersihan dan kedisiplinan. Ini adalah bentuk nyata dari pembelajaran Akidah Akhlak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ibu Elfira Zuhria, S.Pd.I., memberikan tanggapan lanjutan terkait pentingnya sinergi antara pembelajaran intrakurikuler dan pembiasaan di madrasah. Ia menegaskan bahwa kurikulum yang diterapkan memang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek kegiatan belajar.
“Pembelajaran Akidah Akhlak tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kesinambungan antara teori di kelas dengan praktik di lapangan. Oleh karena itu, program pembiasaan pagi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ibu Elfira berharap agar seluruh elemen madrasah, baik guru maupun tenaga kependidikan, dapat terus berperan aktif dalam memberikan teladan kepada siswa. Menurutnya, keteladanan merupakan kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai akhlak yang kuat.
Dengan adanya sinergi antara pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan pembiasaan, MTsN 1 Bungo optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak dan kepribadian.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
7x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...