
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Usai pelaksanaan tadarus Al-Qur’an pagi ini, suasana religius di MTsN 1 Bungo semakin khidmat dengan digelarnya Kajian Islami yang mengangkat materi Pemahaman Kaidah Tajwid. Materi ini disampaikan langsung oleh Bapak Firdaus Roni, S.Pd.I., di hadapan seluruh peserta didik. (27/2)
Kajian ini menjadi lanjutan yang relevan dari kegiatan tadarus yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dalam penyampaiannya, Pak Fir menjelaskan pentingnya memahami hukum-hukum bacaan dalam Al-Qur’an, seperti makharijul huruf, hukum nun mati dan tanwin, mim mati, hingga panjang pendek (mad) bacaan. Dengan metode penyampaian yang komunikatif dan disertai contoh langsung, peserta didik tampak antusias mengikuti setiap penjelasan.

Bapak Firdaus Roni, S.Pd.I., menyampaikan bahwa tajwid bukan sekadar teori, tetapi harus dipraktikkan dalam setiap bacaan Al-Qur’an.
“Setelah kita bertadarus, penting bagi kita untuk memastikan bacaan sudah sesuai dengan kaidah tajwid. Membaca Al-Qur’an dengan benar adalah bentuk penghormatan kita terhadap kalam Allah. Karena itu, pemahaman tajwid harus terus dilatih dan dibiasakan,” ungkap beliau.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I., memberikan apresiasi atas materi yang disampaikan. Beliau menegaskan bahwa keseimbangan antara praktik membaca dan pemahaman teori menjadi kunci dalam membentuk generasi Qur’ani.

“Kajian seperti ini sangat penting agar tadarus yang kita laksanakan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar berkualitas. Kita ingin peserta didik tidak hanya lancar membaca, tetapi juga benar sesuai kaidah tajwid,” tutur beliau.
Melalui Kajian Islami ini, diharapkan seluruh peserta didik semakin termotivasi untuk memperbaiki dan memperindah bacaan Al-Qur’an mereka. Semangat belajar yang terpancar pagi ini menjadi bukti komitmen MTsN 1 Bungo dalam membina karakter religius dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
159x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...