
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - MTsN 1 Bungo menerapkan pendekatan punishment yang bersifat mendidik sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter peserta didik, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. Pemberian punishment ini dilaksanakan oleh guru piket yang bertugas pada hari Selasa, 20 Januari 2026, dengan mengedepankan arahan yang bermakna, humanis, dan sarat nilai edukasi.
Peserta didik yang melakukan pelanggaran diberikan pembinaan secara langsung melalui nasihat dan arahan yang menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran akan aturan yang berlaku di lingkungan madrasah. Punishment yang diberikan tidak bersifat fisik maupun menjatuhkan, melainkan bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus pembelajaran moral bagi siswa.
Salah satu guru piket, Ibu Meli Adriyani, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran diri peserta didik.
"Punishment yang kami berikan bukan untuk menghukum semata, tetapi sebagai bentuk pembelajaran agar siswa memahami kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. Dengan arahan yang tepat, kami berharap siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MTsN 1 Bungo, Bapak Khairul Fahmi, S.Pd.I., menegaskan bahwa pembinaan disiplin merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah.
"Madrasah berkomitmen menerapkan pola pembinaan yang mendidik dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Punishment yang diberikan harus mampu membangun kesadaran, bukan menimbulkan ketakutan. Dengan demikian, peserta didik dapat belajar dari kesalahan dan menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Melalui penerapan punishment edukatif ini, MTsN 1 Bungo terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang tertib, nyaman, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berdisiplin tinggi.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
258x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...