
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bungo menjadi perhatian salah satu perhatian dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati madrasah. Kali ini, perhatian tertuju pada tanaman Serai (Sereh) yang mulai tumbuh lebat. (15/11)
Ibu Yesinawati, S.Pd., salah satu tenaga pendidik di MTsN 1 Bungo, terlihat bersemangat melakukan pemangkasan daun serai yang sudah tua dan terlalu rimbun. Kegiatan pemangkasan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari perawatan berkala yang esensial.
Menurut Ibu Yessinawati, pemangkasan daun serai yang sudah menguning atau terlalu padat sangat penting untuk:
• Stimulasi Pertumbuhan Baru: Dengan memangkas daun yang tua, energi tanaman akan dialihkan untuk memproduksi tunas dan daun muda yang lebih segar dan berkualitas.
• Pencegahan Penyakit: Daun yang terlalu rapat dapat menciptakan kelembaban berlebihan, yang berisiko memicu pertumbuhan jamur atau penyakit lain. Pemangkasan membantu meningkatkan sirkulasi udara di antara rumpun serai.
• Pemanfaatan Maksimal: Daun serai yang dipangkas tidak dibuang, tetapi dikumpulkan untuk dimanfaatkan lebih lanjut, baik untuk keperluan dapur madrasah maupun sebagai bahan edukasi tentang manfaat serai.
"Perawatan tanaman toga itu seperti merawat anak didik kita. Harus telaten dan tahu kapan harus 'memotong' yang tidak perlu, agar yang muda bisa tumbuh lebih kuat dan subur," ujar Ibu Yessinawati sambil tersenyum.
Aksi ini juga menjadi contoh nyata bagi siswa-siswi MTsN 1 Bungo mengenai pentingnya teknik perawatan yang benar dalam berkebun, khususnya pada tanaman obat yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Diharapkan, dengan perawatan intensif ini, koleksi tanaman TOGA di madrasah akan terus subur dan bisa menjadi sumber belajar sekaligus penyedia bahan alami bagi warga madrasah.
Sumber : Tim HUMAS
Penulis : Dc
Editor : Sa
|
143x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...