
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) – Pekan ini, suasana di ruang kelas VIIA MTsN 1 Bungo terasa lebih hidup dengan bauran rasa penasaran dan semangat berkreasi. Para siswa kelas VIIA tengah menanti giliran mereka untuk mempraktikkan salah satu materi paling menarik dalam pelajaran Seni Budaya: membuat ragam hias pada kain dengan teknik pewarnaan tradisional Jepang, Shibori.
Antusiasme ini muncul setelah melihat hasil karya kelas lain yang telah lebih dulu mempraktikkan teknik ini. Teknik Shibori, yang melibatkan melipat, mengikat, dan mencelupkan ke pewarna, menghasilkan pola-pola unik dan tak terduga.
"Kami sudah tidak sabar. Kami lihat hasil dari kelas lain bagus-bagus sekali, polanya jadi unik karena diikat dulu," ujar salah satu siswi dari kelas VIIA, Difa, dengan mata berbinar.

Pembelajaran praktik ini merupakan bagian dari upaya guru mata pelajaran Seni Budaya untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam melestarikan sekaligus mengaplikasikan seni kriya.
""Shibori ini adalah cara yang efektif untuk mengajarkan anak-anak membuat ragam hias kain tanpa perlu proses membatik yang rumit dengan canting dan malam. Meski begitu Shibori ini sangat bagus untuk melatih kreativitas dan kesabaran siswa. Mereka belajar tentang proses, bukan hanya hasil akhir," jelas Ibu Devinal, guru Seni Budaya. "Kami juga mengenalkan bahwa teknik melipat dan mengikat kain ini memiliki kemiripan dengan beberapa teknik pewarnaan kain tradisional Indonesia, sehingga mereka bisa lebih menghargai kekayaan budaya."
Kegiatan praktik yang dilaksanakan pada hari Kamis, 13 November 2025 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga momen yang berkesan bagi para siswa kelas VIIA dalam memahami lebih dalam tentang seni dan budaya.
Sumber : Tim HUMAS
Penulis : Dc
Editor : Sa
|
601x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...