
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MTsN 1 Bungo kembali menghadirkan inovasi yang menyegarkan. Kali ini, siswa-siswi Kelas IX A diajak keluar dari rutinitas ruang kelas untuk melakukan praktikum seru tentang Hukum Archimedes di bawah rindangnya batang pohon. (12/11)
Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru mata pelajaran IPA, Ibu Anita, S.Pd., yang bertujuan agar siswa dapat memahami konsep Gaya Apung secara langsung dan menyenangkan.

Inti dari praktikum ini adalah pembuktian fenomena terapung, melayang, dan tenggelam menggunakan media sederhana, seperti telur, air, dan garam. Di bawah pohon yang sejuk, para siswa tampak antusias mengamati setiap perubahan yang terjadi pada telur saat dimasukkan ke dalam air biasa dan air yang telah dicampur garam dalam kadar berbeda.
Telur Tenggelam: Terjadi di air biasa, menunjukkan bahwa massa jenis telur lebih besar dari massa jenis air.
Telur Melayang: Terjadi ketika penambahan garam mencapai titik tertentu, membuat massa jenis telur sama dengan massa jenis air garam.
Telur Terapung: Terjadi ketika air ditambahkan lebih banyak garam, sehingga massa jenis air garam lebih besar dari massa jenis telur.
Ibu Anita, S.Pd., menjelaskan bahwa perbedaan ini adalah wujud nyata dari Hukum Archimedes, yang berbunyi:

"Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut."
Metode belajar sambil bermain ini berhasil memicu rasa ingin tahu siswa. Mereka aktif berdiskusi tentang bagaimana konsep ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada kapal laut yang terbuat dari baja namun dapat mengapung, atau pada kapal selam yang bisa menyelam dan melayang.
"Kami jadi lebih paham kenapa kapal laut bisa mengapung, padahal ukurannya besar sekali. Ternyata ini semua tentang massa jenis dan gaya apung," ujar salah satu siswi Kelas IX A.
Diharapkan dengan metode outdoor learning dan praktikum langsung, pemahaman siswa terhadap materi IPA, khususnya fisika, menjadi lebih kuat dan tidak mudah dilupakan. Kegiatan ini membuktikan bahwa lingkungan sekolah, bahkan sekadar batang pohon, dapat diubah menjadi laboratorium yang efektif untuk menemukan ilmu pengetahuan.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Anita
Editor : Shafwan
|
244x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...