
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Hubungan antara wali kelas dan peserta didik di MTsN 1 Bungo tidak hanya sebatas hierarki guru-murid, melainkan telah berkembang menjadi komunikasi yang cair dan suportif. Hal ini terjadi berkat pendekatan personal dan humanis yang diterapkan oleh para wali kelas di madrasah tersebut. (7/11)
Para wali kelas di MTsN 1 Bungo secara konsisten membangun jembatan komunikasi, memastikan setiap siswa merasa nyaman, didengar, dan didukung dalam proses belajar maupun menghadapi masalah pribadi.
"Wali kelas kami sangat terbuka. Kami tidak takut untuk bertanya atau cerita soal kesulitan belajar. Suasananya seperti keluarga," ujar Najwa salah satu peserta didik.

Beberapa metode pendekatan yang diterapkan meliputi:
Sesi Curhat dan Konseling Ringan: Menyediakan waktu khusus di luar jam pelajaran formal untuk mendengarkan keluh kesah siswa.
Kunjungan Kelas Rutin di Luar KBM: Berinteraksi secara santai dengan siswa di kelas tanpa agenda akademik yang kaku.
Media Komunikasi Digital: Memanfaatkan grup pesan instan (WhatsApp Group) untuk memudahkan komunikasi cepat antara wali kelas, siswa, dan terkadang orang tua.
Pendekatan komunikasi yang cair ini membawa dampak positif signifikan, termasuk peningkatan motivasi belajar siswa, penurunan tingkat kenakalan, dan terciptanya lingkungan kelas yang kondusif, seperti terlihat di Kelas IX B yang rapi dan tertata.
Waka Kesiswaan, Firdaus Roni, S.Pd.I., mengapresiasi metode ini, menyebutnya sebagai kunci keberhasilan pembinaan karakter siswa di madrasah.
"Dengan komunikasi yang baik, masalah bisa terdeteksi lebih awal dan diselesaikan secara kekeluargaan. Ini adalah budaya positif yang terus kami dorong di MTsN 1 Bungo," pungkasnya.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Rd
Editor : Sa
|
48x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...