
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Konsep ekoteologi, yang menyatukan prinsip-prinsip keagamaan dengan etika lingkungan, kini semakin mengakar kuat dalam kegiatan sehari-hari di MTsN 1 Bungo. Madrasah ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga aktif menanamkan kesadaran ekologis kepada siswanya melalui pendekatan spiritual dan praktik nyata di lingkungan madrasah. (4/11)
Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I dalam keterangannya, menjelaskan bahwa pendekatan ekoteologi diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya adalah pengelolaan "Madrasah Hijau" atau Green School. "Kami mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah, sesuai dengan ajaran agama kita yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam," ujarnya.

Beberapa kegiatan nyata yang terlihat antara lain.
Pendidikan Karakter Berbasis Lingkungan: Materi mengenai tanggung jawab manusia sebagai khalifah atau pemimpin di bumi diintegrasikan ke dalam mata pelajaran agama dan Budi Pekerti.
Pengelolaan Sampah Terpadu: Siswa diajarkan memilah sampah organik dan anorganik, serta melakukan praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Program Penghijauan: Setiap kelas bertanggung jawab atas pemeliharaan taman atau area hijau tertentu di sekitar madrasah.
Partisipasi aktif speserta didik dalam upacara bendera yang berjalan lancar pagi ini juga menjadi salah satu contoh keberhasilan penanaman disiplin dan rasa tanggung jawab—nilai-nilai fundamental yang juga diperlukan dalam menjaga lingkungan.
Dengan menerapkan ekoteologi dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, MTsN 1 Bungo berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik dan berakhlak mulia, tetapi juga peduli serta bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi di masa depan.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Ridwan
Editor : Shafwan
|
212x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...