
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, muncul pertanyaan menarik: Apakah penggunaan Artificial Intelligence (AI) membuat seseorang menjadi tentatif atau justru lebih kreatif? Pertanyaan ini menjadi refleksi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 1 Bungo, yang kini aktif memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai aspek kegiatan madrasah. (29/10)
Penggunaan AI di lingkungan MTsN 1 Bungo tidak hanya terbatas pada pengelolaan data dan administrasi, tetapi juga merambah ke pembuatan laporan, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga peningkatan mutu publikasi madrasah. Melalui pemanfaatan teknologi secara bijak, GTK mampu bekerja lebih efektif sekaligus mengembangkan ide-ide kreatif dalam menjalankan tugasnya.

Kepala MTsN 1 Bungo, Bapak Khairul Fahmi, S.Pd.I., memberikan tanggapan positif terhadap fenomena ini.
“AI bukanlah alat yang membuat kita menjadi tentatif (bersifat sementara), tetapi sarana untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Justru di sinilah letak kreativitas guru dan tenaga kependidikan diuji, bagaimana mereka mampu mengoptimalkan teknologi dengan cara yang produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khairul Fahmi menambahkan bahwa kemampuan adaptif terhadap teknologi adalah bentuk profesionalisme di era modern.

“Guru dan tenaga kependidikan harus melek digital. Dengan AI, pekerjaan administrasi bisa lebih efisien, sementara waktu yang tersisa dapat digunakan untuk inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas layanan madrasah,” tambahnya.
Dengan semangat positif dan pemanfaatan AI yang terarah, MTsN 1 Bungo membuktikan bahwa teknologi bukan penghalang kreativitas, melainkan jembatan menuju peningkatan kualitas pendidikan yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sa
|
304x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...