
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) - Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IX B, Anita, S.Pd., kembali menerapkan metode pembelajaran konvensional dengan fokus pada penjelasan verbal dan penulisan materi di papan tulis. Metode yang terkadang dianggap kuno ini justru dinilai efektif dalam meningkatkan konsentrasi dan pemahaman mendalam siswa terhadap materi pelajaran. (27/10)
Kegiatan belajar mengajar di kelas IX B hari ini terlihat berbeda. Spidol dan papan tulis yang terpasang di depan kelas, Ibu Anita memulai pelajaran tentang sistem tekanan zat padat. secara perlahan menjelaskan tekanan dan apa saja yang termasuk zat padat sambil menuliskannya secara rinci dan terstruktur di papan tulis. Suasana kelas yang biasanya dipenuhi oleh distraksi gadget, kini berubah menjadi hening dan penuh perhatian.
"Tantangan terbesar di era digital ini adalah menjaga fokus peserta didik, "ujar Ibu Anita "Dengan metode ini, mereka tidak bisa hanya sekadar mencatat dari slide, melainkan harus mendengarkan penjelasan saya, memahami, dan kemudian menyalinnya. Ini melatih mereka untuk lebih aktif menyerap informasi."

Selain menulis, Ibu Anita juga aktif berinteraksi dengan siswa. Di tengah penjelasannya, ia sering melemparkan pertanyaan ringan untuk memastikan siswa tidak sekadar menyalin tulisan di papan. Ia juga mengajak siswa maju ke depan untuk menggambar atau melengkapi diagram yang sudah ia buat. Hal ini mendorong siswa untuk lebih berpartisipasi dan tidak malu bertanya.
Menurut praktisi pendidikan, metode papan tulis dan penjelasan langsung dapat membantu siswa yang memiliki gaya belajar visual dan auditori. Struktur yang tertulis di papan tulis membantu mereka memvisualisasikan alur materi, sementara penjelasan lisan membantu mereka mendengarkan dan memahami konsep. Hal ini juga dapat mengurangi ketergantungan siswa pada teknologi yang terkadang justru menjadi penghalang konsentrasi.
Pihak Madrasah mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Ibu Anita. Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I., menyatakan bahwa inovasi tidak harus selalu menggunakan teknologi canggih. "Terkadang, kembali ke metode klasik dengan sentuhan interaktif yang tepat justru bisa menjadi solusi efektif," katanya. Ia berharap, keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus berinovasi dalam metode mengajar demi meningkatkan mutu pendidikan.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Ridwan
Editor : Shafwan
|
366x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...