
Suka Jaya, (03 Oktober 2025) - Awal pekan bulan Oktober di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bungo masih disibukkan dengan kegiatan penilaian tengah semester (PTS). Melalui inovasi yang kreatif, seorang guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berhasil mengubah sesi evaluasi yang selalu identik dengan ketegangan dan selembar kertas berisi soal menjadi kegiatan belajar yang menyenangkan menggunakan metode "Domino Pintar".
Penilaian Anti-Stres dengan Permainan
Inisiatif ini datang dari Ibu Devinal, Guru Mata Pelajaran IPS kelas VII. Ibu Devinal menyadari bahwa format ujian tertulis sering kali menciptakan tekanan yang berlebihan pada siswa, sehingga hasil yang didapatkan kurang optimal dan tidak sepenuhnya mencerminkan pemahaman materi.
Oleh karena itu, Ibu Devinal memutuskan untuk mengadaptasi metode penilaian dengan melibatkan permainan. Beliau menciptakan set kartu yang menyerupai domino, di mana satu sisi kartu berisi soal atau konsep IPS, sementara sisi lainnya berisi jawaban atau deskripsi konsep yang akan menjadi sambungan kartu berikutnya.
"Tujuan utama kami adalah menghilangkan kecemasan siswa terhadap ujian. Dengan Domino Pintar, mereka tidak sadar sedang dievaluasi. Mereka belajar berkolaborasi, berdiskusi, dan memecahkan masalah dengan cepat, bukan sekadar menghafal," jelas Ibu Devinal.

Mendorong Kompetensi dan Adaptasi
Sesi penilaian menggunakan Domino Pintar ini dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok harus mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban secara berantai hingga membentuk satu barisan domino yang lengkap. Kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim menjadi penentu keberhasilan.
Inovasi ini tidak hanya disukai oleh para siswa, tetapi juga sejalan dengan semangat ASN BerAKHLAK, khususnya nilai Kompeten dan Adaptif.
1. Kompeten: Ibu Devinal menunjukkan kompetensinya dengan merancang alat evaluasi yang efektif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Adaptif: Beliau mampu beradaptasi dengan kebutuhan belajar siswa masa kini dan mengubah metode konvensional menjadi metode yang lebih relevan dan menarik.
Kepala MTsN 1 Bungo, Bapak Khairul Fahmi, S.Pd.I, mengapresiasi tinggi metode ini. Beliau menekankan bahwa kreativitas guru adalah kunci peningkatan mutu pendidikan.
"Inovasi Ibu Devinal ini luar biasa. Ini membuktikan bahwa penilaian tidak melulu harus kaku. Dengan metode permainan seperti Domino Pintar, siswa justru lebih aktif dan pemahaman materi mereka bisa terukur secara lebih alami dan holistik," ujar Kamad.
Diharapkan, metode penilaian interaktif ini dapat menjadi inspirasi bagi guru mata pelajaran lainnya di MTsN 1 Bungo untuk terus berinovasi dalam mengukur dan meningkatkan capaian belajar siswa.
Sumber : Tim HUMAS
Penulis : SA
Editor : DC
|
354x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...