
Suka Jaya, (MTsN 1 Bungo) - Guru piket menjadi garda terdepan dalam membangun budaya disiplin, kepedulian, dan karakter siswa sebelum bel pelajaran pertama berbunyi di MTsN 1 Bungo. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.45 WIB ini merupakan bagian integral dari program penguatan karakter yang digalakkan oleh pihak madrasah. Sambil memegang buku absensi atau gawai, guru piket dengan teliti menyambut setiap siswa yang datang. Sapaan hangat, senyuman, dan pemeriksaan kerapian seragam menjadi ritual pembuka hari. (3/10)
Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I., menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengumpulkan data keterlambatan.
"Ini adalah titik sentuh pertama kami dengan siswa di hari itu. Momen ini kami manfaatkan untuk pembinaan karakter secara langsung. Guru piket tidak hanya mencatat, tetapi juga menanyakan kabar, memberikan nasihat singkat, dan menjadi teladan dalam hal kedisiplinan," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Deteksi Dini dan Pendekatan Humanis
Salah satu guru piket, Anita, S.Pd., menuturkan bahwa tugas guru piket memberinya kesempatan untuk mengenali kondisi siswa secara lebih personal. Menurutnya, dari catatan kehadiran dan pengamatan langsung, guru dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi masalah yang dihadapi siswa.
"Kami bisa melihat langsung kondisi anak-anak. Ada yang datang dengan wajah lesu, ada yang sering terlambat. Ini bukan untuk langsung menghakimi, tapi menjadi data awal bagi kami untuk berkoordinasi dengan wali kelas dan guru BK (Bimbingan Konseling)," ungkap Anita.
Ia menambahkan, ketika mendapati siswa yang terlambat, pendekatan yang diutamakan adalah dialog. Siswa ditanya alasannya dengan baik, diberi pemahaman tentang pentingnya menghargai waktu, dan dicatat sebagai bahan evaluasi. Pendekatan humanis ini diyakini lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran diri siswa dibandingkan sanksi yang kaku.
Menumbuhkan Tanggung Jawab Siswa
Program ini mendapat respons positif dari para siswa. Delphi, salah seorang siswa kelas VIII, mengakui bahwa kehadiran guru di gerbang setiap pagi membuatnya lebih termotivasi untuk datang tepat waktu.
"Awalnya mungkin terasa sedikit tegang karena takut terlambat. Tapi lama-kelamaan kami sadar bahwa ini untuk kebaikan kami sendiri. Kami jadi belajar untuk lebih bertanggung jawab dengan waktu," ujarnya.
Kegiatan pencatatan kehadiran oleh guru piket di MTsN 1 Bungo membuktikan bahwa tugas yang terlihat sederhana dapat menjadi instrumen yang kuat dalam membentuk ekosistem pendidikan yang positif. Ini adalah cerminan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di dalam kelas, melainkan dipraktikkan secara konsisten, dimulai dari gerbang sekolah.
Sumber : Tim HUMAS
Penulis : DC
Editor : SA
|
129x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...