
Suka Jaya (MTsN 1 Bungo) – Pada Selasa, 11 Maret 2025 adalah lanjutan rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan MTsN 1 Bungo. Hari ini (11/3), Peserta didik menerima materi Tahsin. Dikarenakan masih banyaknya peserta didik yang belum sempurna dalam bacaan Quran, maka dirasa penting untuk memasukkan materi ini. Materi Tahsin disampaikan oleh salah seorang guru MTsN 1 Bungo, Andi Kustian, S.Pd.I.
Hari ke-3 pelaksanaan Pesantren Ramadan 1446 H di MTsN 1 Bungo dimulai dengan Tadarus Al-Qur’an, lalu dilanjutkan dengan Tahsin. Untuk materi Tahsin dibimbing oleh 2 orang Guru MTsN 1 Bungo, yaitu Ustaz Firdaus Roni, S.Pd.I., dan Ustaz Andi Kustian, S.Pd.I.

Tahsin adalah metode untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrojnya. Tahsin juga diartikan sebagai peningkatan kualitas bacaan Al-Qur'an. Kata tahsin berasal dari bahasa Arab hassana-yuhassinu-tahsiinan yang artinya memperbaiki, meningkatkan, membaguskan, menghiasi, atau menjadikan lebih baik. Manfaat Tahsin: Memperbaiki kesalahan pengucapan, Meningkatkan kualitas bacaan, Memperoleh keberkahan dalam menghafal dan memahami Al-Qur'an, Meningkatkan hubungan dengan Kitabullah. Tahsin sering disamakan dengan tajwid. Namun, tahsin lebih bersifat edukatif dan berkelanjutan, sedangkan tashih bersifat lebih formal dan evaluatif. Tahsin dapat dipraktikkan dengan: Mengikuti kajian tahsin Al-Qur'an, Melakukan tes tahsin, Mempelajari Al-Qur'an dengan baik dan benar. (sumber: detik.com).
Dalam mengupayakan Sumber Daya Manusia yang berkompeten, maka tahsin perlu diterapkan di dalam materi pesantren ramadan. Dengan adanya metode tahsin diharapkan mampu meningkatkan dan menyempurnakan bacaan peserta didik MTsN 1 Bungo dalam membaca Al-Qur’an.

Kepala MTsN 1 Bungo, Khairul Fahmi, S.Pd.I., berharap dukungan dari semua pihak untuk sempurnanya bacaan peserta didik melalui materi tahsin ini. “Pada tahun ini kita masukkan materi Tahsin pada pesantren romadhon untuk memperbaiki dan meningkatkan bacaan Al-Qur’an anak-anak kita dengan harapan tidak ada lagi yang membaca Al-Qur’an tidak sesuai dengan kaidah, baik itu makhraj huruf maupun tajwidnya.†Jelas Fahmi.
Di awal pertemuan pada materi Tahsin ini, Ustaz Andi Kustian, S.Pd.I., menyampaikan kepada seluruh peserta didik yang dimulai dari peserta didik (putra) lalu peserta didik (putri) mengenai bacaan-bacaan yang ditahsinkan. Seluruh peserta didik tampak bersemangat ketika diberikan contoh bacaan “bismillahirrohmanirrohimâ€
“Alhamdulillah seluruh anak-anak kita mengerti dan paham dengan penjelasan materi ini, dan tentunya ada motivasi dalam diri mereka,†tutur Andi.

Lebih lanjut Kepala MTsN 1 Bungo menyampaikan “Materi Tahsin yang disampaikan hari ini oleh salah seorang guru kami, bapak Andi Kustian, S.Pd.I sangat baik sekali beliau menyampaikan materi langsung dengan praktik dalam bacaannya, sehingga anak-anak kita bisa langsung memperbaiki atau membaguskan bacaan Alquran.†Tambahnya. (sa)
|
800x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...